About host

Dr. Doddy Sutanto, M.Kes, SpOG(K)Fer

Spesialis Obstetri Ginekologi Konstultan Fertilitas Endokrinologi & Reproduksi
Master Kesehatan Maternal Perinatal

Pendidikan :

  • Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang,
  • Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi, UGM Yogyakarta
  • S2 Ilmu Kedokteran Klinik Maternal Perinatal, UGM Yogyakarta
  • Konsultan Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi, UGM Yogyakarta

Workshop & Seminar

  1. Advance OBGYN Ultrasound Unair, UNAIR, Surabaya 2005
  2. Intra uterin Insemination UGM, Yogyakarta, 2006
  3. Vaginal Histerectomy, UGM, Yogyakarta 2006
  4. The 18th International Congress FIGO, Kuala Lumpur, 2006
  5. AGSS, RS Gatot Subroto, Jakarta 2008
  6. Ovulation Induction, UNAIR, Surabaya 2009
  7. Mirena Academy Indonesia, UGM, Yogyakarta, 2009
  8. The 19th International Congress FIGO, Cape Town, Africa, 2009
  9. Affordable ART, UNAIR, Surabaya, 2010
  10. Infertility in Low Resource Setting, UNAIR, Surabaya, 2010
  11. The 13th World COGI, Berlin, 2010
  12. Gleneagles-LIFE ART Workshop, Singapore,  2010
  13. Workshop IVF for Clinician, CREST, Singapore, 2010
  14. Workshop IVF (PIT POGI), RSCM, Jakarta, 2011
  15. The 67th ASRM Annual Meeting, Orlando, 2011
  16. The First Indonesian IVF Congress, Jakarta, 2012

Pekerjaan :

  1. RSIA Gladiool Magelang
  2. Kepala Klinik Bayi Tabung Gladiool IVF Magelang
  3. RS. Prof Dr. Soeroyo Magelang

Co-Host
dr yunita

Dr. Yunita Erlina, SpOG

Spesialis Obstetri Ginekologi

  • Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang,
  • PPDS I Obstetri Gynecology Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
  • Ahli Bedah Laparoskopi (IGES)

Dr. Seso S, SpAnd

Dr. Seso Sulijaya Suyono, SpAnd

Spesialis Andrologi

  • Pendidikan Dokter Universitas Padjadjaran Bandung
  • PPDS I Andrologi  Universitas Airlangga Surabaya

20 thoughts on “About host

  1. Saya Wiryawan Budiharjo W (35th) suami dari Siti Asrifa (36th), 4 th yg lalu istri saya divonis mengidap mioma uteri sehingga mengalami kesulitan hamil. Hampir semua dokter di daerah kami telah kami datangi dan hampir semuanya memberikan jawaban yg berbeda-beda. Malah ada dokter yg menyarankan untuk mengangkat semua indung telur istri karena mioma nya sudah terlalu besar, sehingga istri trauma dengan dokter.
    Pengobatan herbalpun telah kami jalani sekian lama, sampai suatu saat HB istri drop dan harus ditransfusi. Alhamdulillah setelah ditransfusi keduakalinya, istri mau untuk konsultasi lagi dengan dokter dan akhirnya kami konsultasi dengan dr Doddy.
    Ahamdulillah dengan penjelasan yang detail, panjang dan lebar sehingga kami paham akan resiko dan hasilnya nanti. Alhamdulillah atas saran dr Doddy istri mau untuk menjalani operasi.
    Alhamdulillah sekarang kami telah dikaruniai seorang putra berusia 16 bulan sehat dan cerdas. Insyaalloh sekarang istri baru mengandung anak kami yang kedua.
    Semoga pengalaman kami berdua dapat memberikan manfaat bagi orang lain yg ingin mempunyai keturunan. Selama kita masih mau berdoa, berusaha dan mencoba insyaalloh Alloh akan memberikan jalan keluar yg terbaik bagi kita semua.

    1. Bapak Wiryawan dan Ibu Siti yang baik. Saya ikut bersyukur dan sangat gembira ketika pada saat itu akhirnya ibu menyatakan siap menjalani operasi, dan terlebih lagi setelah mendengar kabar kehamilannya. Meskipun pada saat itu saya tidak yakin operasi pengangkatan myoma dapat mengembalikan fungsi reproduksi (karena tumor myoma itu jenis submukosa yang telah mengenai sebagian besar endometrium dan menutup salah satu tuba), namun ternyata kemudian Tuhan mengijinkan kehmilan terjadi. Saya melihat kasus ini sebagai satu kesatuan hasil perjuangan sebuah keluarga. Penghargaan yang tinggi untuk keberanian isteri mengambil keputusan untuk operasi, dan terima kasih untuk suami yang selalu setia mendukung dan memberi semangat 🙂

      Selamat.

  2. Dr. D yang terhormat,

    nama saya Budijanto. saya sudah menikah selama 3 tahun lebih dan belum memiliki momongan. Istri saya sudah menjalani tes HSG dan ternyata tuba fallopi kiri dan kanan mengalami penyumbatan. Apakah dengan keadaan ini bisa dilakukan inseminasi?
    terima kasih.

    1. Kepada Bpk BudiJH,
      Penyumbatan yang terjadi pada tuba, merupakan faktor yang paling sering pada seorang wanita.
      Inseminasi tidak dapat dilakukan karena syarat inseminasi adalah salah satu tuba paten (tidak buntu)
      Saya sarankan istri anda menjalani laparoskopi-histeroskopi terlebih dahulu agar masalah dapat dipastikan (dengan kemungkinan dapat diperbaiki)
      Bila ternyata tuba tidak dapat diperbaiki lagi, maka jalan satu-satunya untuk hamil adalah dengan program bayi tabung (IVF)

      Salam
      Dr.D

  3. Untuk Dr BudiJH saya inggin menanyakan Teknologi pemilihan jenis kelamin anak itu ada istilah lainya tidak(Nama Khususnya)? dalam bentuk nama latin atau inggris , selain inseminisasi. Trims.

  4. Dear dr.D,

    Saya 29 th dan suami 35 th sudah menikah hampir 3 thn(nov ini). Oleh Dsog, saya didiagnosa PCOS ringan. Hasil HSG menyatakan tidak ada sumbatan, sementara hasil SIS menunjukkan adanya polip di rahim. Disarankan oleh Dsog untuk histeroscopy polipektomi. Saya dan suami setuju untuk melakukan histeroscopy tsb. Tapi belakangan oleh Dsog disarankan sekaligus Laparoscopy Ovary Drilling. Yang saya mau tanyakan apakah memang perlu dilakukan Ovary Drilling? Apakah tidak berbahaya pada Indung telur atau rahim? Sebab selama saya konsultasi selalu ada telur yang matang tiap bulannya dgn ukuran normal, menstruasi teratur tiap bln, dan tidak gemuk. Saya mengkonsumsi Glucopag 500mg (3×1) dan inlacin 50mg (2×1) setiap hari. Mohon saran dokter, apakah memang harus Ovary Drilling atau cukup histeroscopy saja dulu? Dan apakah ada terapi supaya PCOS saya menjadi normal? Terima kasih banyak dan Gbu..

    1. Dear Sani,
      Menurut saya, bila semua faktor normal dan anda PCOS dalam terapi (sehingga menstruasi teratur sudah teratur), menurut saya anda tinggal menunggu saja untuk beberapa kali siklus, 3-6 siklus, bila memang hasilnya negatif, barulah anda perlu melakukan laparoscopy.
      Demikian jawaban saya, semoga dapat bermanfaat.
      Terima kasih kembali.
      Dr.D

  5. Dear dr D
    Saya sudah menikah 9 tahun , usia saya 35 thn. saya sudah melakukan HSG dan di nyatakan kiri kana paten, tetapi posisi rahim retrofleksi. suami saya bagus hasil test nya. apa yang harus saya lakukan lagi
    Terima Kasih

    1. Dear Dewi,
      Sebaiknya anda meluangkan waktu untuk memprioritaskan hal ini. Jangan lupa jam biologis anda terus berjalan.
      untuk diagnostik, anda dapat melakukan laparoskopi histeroskopi untuk mengetahui lebih lanjut masalah anda.
      Bila anda ingin meningkatkan kemungkinan kehamilan anda bisa melakukan TRB (teknologi reproduksi berbantu) seperti inseminasi atau bayi tabung.

      terima kasih kembali.

  6. Selamat sore dr. Doddy
    Saya Tya (28th) dan suami sy Gandi (29th), kami sudah 1,5tahun menikah. Dan pada usia pernikahan kami 5bulan saya dinyatakan hamil tetapi pada minggu ke 8 saya mengalami keguguran, setelah ab saya melakukan HSG dan hasilnya terdapat hidrosalping minimal di tuba kiri saya, suami sudah melakukan ST dan hasilnya semua normal. Saya dan suami akan ke RS Gladiool bulan depan dok untuk berkonsultasi lbh lanjut dg dr.Doddy, yang saya tanyakan.. Apakah saya harus langsung IVF atau bisa diusahakan alamiah dahulu, krn suami masih mau usaha alamiah dok. Trimakasih

    1. Dear Listya,
      maaf baru dapat menjawab pertanyaan ini,
      Mengingat anda masih muda dan baru menikah maka tentu saja akan diupayakan kehamilan alamiah/spontan terlebih dahulu.

      Salam

  7. saya sudah menikah 3 tahun, usia saya 27 tahun suami saya 27 tahun. kami sangat mendambakan mendapatkan momongan. suami pernah tes sperma dan hasil sel spermanya sedikit atau produksi sperma kurang banyak. sedangkan saya sendiri normal. kira-kira bagaimana cara pengobatannya.

    1. Vika yang baik,
      Apakah sampai saat ini sudah mendapatkan keberhasilan?
      5 faktor yang harus normal pada pasangan yang ingin terjadi kehamilan adalah :
      1. Sperma
      2. vagina dan mulut rahim
      3. Rahim
      4, Saluran Tuba
      5. Indung telur, dan hormon.
      Setelah kelima hal tersebut kita periksa, maka kita dapat menyimpulkan penyebab infertilitas dan melakukan terapi

      Semoga jawaban ini dapat membantu.
      Salam.

      1. Siang Dr Doddy

        4 thn yang lalu sy dan suami datang ke gladiool dan melakukan operasi varikokel dgn Dr. Isti
        Singkat cerita 3 bln stelah operasi sy positif hamil dan Baby skr sdh berusia 2,7thn. Karena saran dr Dr D akhirnya kami mantab operasi varikokel. Skrg kami berencana program anak lagi, hari ini suami Test dan hasil ny oligoteratozoospermia lagi seperti dl sebelum operasi. Apakah diperlukan operasi varikokel kedua dok?

        Trm kasih
        Gbu

        1. Dear Armita Saputra, terima kasih telah membagikan pengalaman yang berharga ini.
          Pertama-tama kami mengucapkan selamat atas kelahiran anak yang pertama,
          dan kami juga ikut bersemangat untuk menyambut kehadiran anak berikutnya.
          Perlu diketahui bahwa keadaan sekarang mungkin berbeda dengan yang dahulu, untuk itu sebaiknya anda berkonsultasi terlebih dahulu dan memeriksa lebih jauh untuk mengetahui penyebab kondisi sperma yang sekarang

          Terimakasih, Salam

          Dr.D

          1. Trm kasih atas replied email nya dok.
            Suami sdh melakukan serangkaian Test 1 bln yg lalu dan dinyatakan OAT. Sy sdh pasrah utk mengikuti segala saran dokter utk IVf dll nya
            Tetapi puji Tuhan, kami kembali dianugerahi anak kedua, sy hamil bbrapa minggu saat ini.
            Trm kasih atas waktu dokter sampai jumpa di lain kesempatan dok. God bless

  8. dr. saya mau tanya. saya 2 bulan yang lalu habis operasi kehamilan etopik terganggu (KET). ini kehamilan pertama saya.
    apakah saya bisa hamil secara normal dok?
    trus apakah ada terapi buat saya agar tidak terjadi KET lagi?

    1. Kepada Sri Agustina,
      Kehamilan setelah KET tentu masih dapat terjadi, bila masih ada paling tidak satu saluran telur yang masih berfungsi baik
      Untuk mengurangi risiko maka sebaiknya melakukan terapi untuk gangguan yang mungkin ada, misalnya infeksi dan perlengketan.
      Infeksi dapat diprediksi bila terdapat nyeri haid, keputihan gatal dan berbau, serta rasa tidak nyaman saat berhubungan.
      Perlengketan dapat di didiagnosis dengan usg transvaginal atau laparoskopi eksplorasi.

      Salam.
      Dr.D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top