Membaca hasil analisis sperma merupakan suatu hal yang hampir membuat harap-harap cemas. Takutnya malah saya yang menyebabkan istri jadi susah hamil. Runtuhlah harga diri seorang pria…Salah satu hasil analisis sperma yang umum dijumpai yakni kondisi kurangnya produksi sel benih atau spermatozoa dan sering dikenal dengan istilah oligozoospermia. Hasil analisis sperma menyimpulkan oligozoospermia jika didapatkan jumlah (konsentrasi) spermatozoa kurang dari 15 juta per ml cairan mani (menurut WHO 2010).

oligozoospermia

Jadi, kondisi oligozoospermia atau jumlah sperma yang kurang hanya dapat disimpulkan melalui pemeriksaan analisis sperma yakni menggunakan mikroskop, bukan dengan menerawang seperti cenayang berdasarkan pengamatan mata telanjang, yakni keluhan cairan mani encer (hal yang umum dikeluhkan pasien).

mani encercenayang

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan kondisi oligozoospermia, antara lain: sumbatan saluran sperma, varikokel (varises pada kantung buah pelir), kurangnya hormon reproduksi, infeksi saluran reproduksi pria (infeksi saluran sperma), pasca pengobatan antibiotik lama, penggunaan obat-obatan yang mengandung hormon steroid, penyakit kronis bahkan pada pasca pengobatan kanker seperti kemoterapi atau radioterapi. Bisa pula karena faktor genetik atau keturunan. Penyebab-penyebab oligozoospermia tersebut ada yang dapat diobati, namun adapula yang tidak dapat diobati. Misal: pada pasien oligozoospermia dengan varikokel, operasi dapat merupakan pilihan. Banyak pasien pasca operasi perbaikan varikokel menunjukkan perbaikan jumlah dan kualitas spermatozoa. Begitu pula pada pasien dengan defisiensi (kekurangan) hormon reproduksi dapat diberikan terapi perbaikan hormon reproduksi sehingga diharapkan mampu memperbaiki jumlah dan kualitas spermatozoa.

Bila terdapat pasangan suami istri yang mengalami kondisi oligozoospermia, sang pria dapat menghubungi dan berkonsultasi dengan dokter spesialis Andrologi untuk mengevaluasi penyebab dari kondisi oligozoospermia serta memperoleh penanganan yang tepat segera mungkin sebelum terlambat dan kondisi makin parah. Jadi jangan ragu datang untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis Andrologi Anda.

Salam andrologi,

drzeezouu

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *