Pemeriksaan apakah yang bisa dilakukan untuk patensi (kelancaran) Tuba Falopi?

Jika pasien adalah seorang wanita yang berusaha untuk memiliki bayi, maka ada banyak bagian pada tubuhnya yang harus bekerja secara benar. Ovarium yang berfungsi baik perlu untuk memproduksi telur setiap bulannya (ovulasi), dan rahim harus pada kondisi yang baik, serta tuba falopi harus terbuka (lancar).

Jika salah satu dari bagian penting ini tidak berfungsi secara benar, maka pasien akan memiliki masalah untuk dapat hamil spontan.

Jika tuba falopi tertutup, sperma tidak memiliki jalan untuk mencapai sel telur atau telur yang sudah dibuahi tidak dapat sampai ke uterus. Tuba falopi yang tertutup, bisa terjadi karena beberapa faktor. Tapi apapun penyebabnya, dokter akan mendiagnosanya dengan test yang disebut hysterosalpingogram.

Apa itu Hysterosalpingogram?

Prosedur hysterosalpingogram (HSG) adalah prosedur yang menggunakan sinar X-ray untuk melihat ke tuba falopi dan uterus. Prosedur ini biasanya memakan waktu kurang dari lima menit dan pasien dapat pulang pada hari yang sama.

Dokter akan melakukan prosedur setelah waktu menstruasi pasien, tetapi sebelum terjadinya ovulasi, yaitu di antara hari ke 1 dan 14. Karena pada rentang waktu ini, sangat kecil kemungkinan terjadinya kehamilan.

Persiapan HSG

Dokter akan memberikan anti nyeri satu jam sebelum HSG dan juga antibiotik. Hal ini akan didiskusikan dulu sebelumnya. Pasien dapat menyetir pulang setelah prosedur dilakukan, tetapi akan lebih baik jika ada yang mendampingi.

Prosedur

Dokter kandungan akan menjalakan tes pada kantor atau kliniknya. Pasien akan berbaring pada meja di bawah mesin X-Ray yang disebut fluoroscope. Dokter akan memasukkan spekulum ke vagina pasien agar posisinya tetap terbuka, dan kemudian membersihkan serviks pasien.

Kemudian dokter akan memasukkan tuba kecil yang disebut kanula ke serviks, dan perlahan mengisi rahim dengan cairan yang berisi iodine. Cairan iodine ini yang akan menggambarkan rahim dan tuba falopi pada X-Ray.

Pada akhirnya dokter akan mengeluarkan sepkulum dan mengambil gambaran dengan fluoroscope X-Ray. Cairan yang sudah dimasukkan akan menggambarkan rahim dan tuba falopi dan bagaimana cairan tersebut di dalamnya.

Dokter akan meminta pasien untuk berbalik sehingga bisa didapatkan gambaran dari sisi sebelahnya, dan pada waktu ini pasien bisa merasakan kram. Setelah gambar yang didapat lengkap, dokter akan mengeluarkan kanula. Pasien bisa mendapati spoting beberapa hari setelahnya. Rasa kram, pusing dan ketidaknyamanan pada perut juga bisa terjadi.

Resiko

HSG adalah aman, tetapi semua prosedur memiliki resiko. Pasien bisa memiliki masalah jika mendapati reaksi alergi dengan cairannya. Infeksi pelvis atau luka pada uterus juga memungkinkan. Pasien harus menghubungi dokter jika mendapati simptom berikut ini:

  • Keputihan dengan bau tidak sedap
  • Pingsan
  • Rasa sakit yang parah atau kram perut
  • Muntah
  • Pendarahan yang berat
  • Demam

Hasil Pengujian

Dokter radiologi akan melihat gambaran X-Ray dan mengirimkan laporannya ke dokter kandungan. Dokter akan membicarakan hasilnya dan menjelaskan apabila diperlukan tes lebih lanjut.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tuba falopi tertutup, pasien memerlukan tindakan yang disebut laparoskopi. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk melihat secara langsung ke tuba falopi. Dokter juga bisa menyarankan IVF. Hal ini bisa dibicarakan dengan dokter dan dokter akan membantu pasien untuk mengambil keputusan yang tepat.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *